MISI SEKOLAH : Mengoptimalkan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan dan kompetitif * Menciptakan suasana ramah dan kondusif untuk membentuk kepriabadian peserta didik yang beriman dan bertaqwa * Menjalankan nilai-nilai ajaran agama dan berperilaku akhlakul kharimah dalam kehidupan sehari-hari * Meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik sesuai dengan perkembangan IPTEK * Membudayakan kegiatan 7 S yaitu senyum, salam, sapa, sopan, santun, semangat dan sepenuh hati pada seluruh warga sekolah * Menggalakkan budaya bersih menuju hidup sehat * Menggalakkan kegiatan Ekstrakurikuler sesuai dengan potensi untuk menghasilkan peserta didik yang berprestasi dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari * Menumbuhkan sikap ulet dan gigih dalam berkompetisi meraih prestasi belajar * Memperkenalkan sarana tekhnologi informasi dan komunikasi terkini di era globalisasi * Menjalin kerjasama yang harmonis antara warga sekolah dan lingkungan

Rabu, 30 Oktober 2013

TEHNIK PENYUSUNAN SOAL PILIHAN GANDA



A. Pengertian
Tes tertulis (paper and pencil test) merupakan kumpulan soal-soal yang diberikan kepada siswa dalam bentuk tulisan. Dalam menjawab soal, siswa tidak selalu harus merespon dalam bentuk jawaban, tetapi juga dapat dilakukan dalam bentuk lain seperti memberi tanda, mewarnai, menggambar dan sejenisnya. Tes tertulis merupakan teknik pengukuran yang banyak digunakan dalam menilai pencapaian kompetensi mata pelajaran sebagai hasil belajar.

B. Bentuk Tes Tertulis
Soal tes tertulis dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu soal dengan memilih jawaban yang sudah disediakan (bentuk soal pilihan ganda, benar-salah) dan soal dengan memberikan jawaban secara tertulis (bentuk soal isian, jawaban singkat dan uraian).
Dilihat dari bentuk soalnya, tes tertulis dapat dikelompokkan menjadi tes tertulis objektif seperti pilihan ganda dan isian, dan tes tertulis non-objketif seperti bentuk soal uraian non-obyektif.

C. Bentuk Soal Pilihan Ganda
Soal pilihan ganda merupakan bentuk soal yang jawabannya dapat dipilih dari beberapa kemungkinan jawaban yang telah disedikan. Kontruksinya terdiri dari pokok soal dan pilihan jawaban. Pilihan jawaban terdiri atas kunci dan pengecoh. Kunci jawaban harus merupakan jawaban benar atau paling benar sedangkan pengecoh merupakan jawaban tidak benar, namun daya jebaknya harus berfungsi, artinya siswa memungkinkan memilihnya jika tidak menguasai materinya.
Soal pilihan ganda dapat diskor dengan mudah, cepat, dan memiliki objektivitas yang tinggi, mengukur berbagai tingkatan kognitif, serta dapat mencakup ruang lingkup materi yang luas dalam suatu tes. Bentuk ini sangat tepat digunakan untuk ujian berskala besar yang hasilnya harus segera diumumkan, seperti ujian nasional, ujian akhir sekolah, dan ujian seleksi pegawai negeri. Hanya saja, untuk meyusun soal pilihan ganda yang bermutu perlu waktu lama dan biaya cukup besar, disamping itu, penulis soal akan kesulitan membuat pengecoh yang homogen dan berfungsi, terdapat peluang untuk menebak kunci jawaban, dan peserta mudah mencotek kunci jawaban.
Secara umum, setiap soal pilihan ganda terdiri dari:
  • pokok soal (stem) dan
  • pilihan jawaban (option).
Pilihan jawaban terdiri atas kunci jawaban dan pengecoh (distractor).
Dalam penyusunan soal tes tertulis, penulis soal harus memperhatikan kaidah-kaidah penulisan soal dilihat dari segi:
  • materi;
  • konstruksi; dan
  • bahasa.
Selain itu soal yang dibuat hendaknya menuntut penalaran yang tinggi.
Hal ini dapat dilakukan antara lain dengan cara :
  • mengidentifikasi materi yang dapat mengukur perilaku pemahaman, penerapan, analisis, sintesis, atau evaluasi. Perilaku ingatan juga diperlukan namun kedudukannya adalah sebagai langkah awal sebelum siswa dapat mengukur perilaku yang disebutkan di atas;
  • membiasakan menulis soal yang mengukur kemampuan berfikir kritis dan mengukur keterampilan pemecahan masalah; dan
  • menyajikan dasar pertanyaan (stimulus) pada setiap pertanyaan, misalnya dalam bentuk ilustrasi/bahan bacaan seperti kasus, contoh, tabel dan sebagainya.
 D. Kaidah Penulisan Soal Pilihan Ganda

Dalam menulis soal pilihan ganda harus memperhatikan kaidah-kaida sebagai berikut:

 Materi
  1. Soal harus sesuai dengan indikator.
  2. Pilihan jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
  3. Setiap soal harus mempunyai satu jawaban yang benar atau yang paling benar.
Konstruksi
  1. Pokok soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
  2. Rumusan pokok soal dan pilihan jawaban harus merupakan pernyataan yang diperlukan saja.
  3. Pokok soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban benar.
  4. Pokok soal jangan mengandung pernyataan yang bersifat negatif ganda.
  5. Panjang rumusan pilihan jawaban harus relatif sama.
  6. Pilihan jawaban jangan mengandung pernyataan, “Semua pilihan jawaban di atas salah”, atau “Semua pilihan jawaban di atas benar”.
  7. Pilihan jawaban yang berbentuk angka atau waktu harus disusun berdasarkan urutan besar kecilnya nilai angka tersebut, atau kronologisnya.
  8. Gambar, grafik, tabel, diagram, dan sejenisnya yangterdapat pada soal harus jelas dan berfungsi.
  9. Butir soal jangan bergantung pada jawaban soal sebelumnya.
Bahasa
  1. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasaIndonesia.
  2. Jangan menggunakan bahasa yang berlaku setempat, jika soal akan digunakan untuk daerah lain atau nasional.
  3. Setiap soal harus menggunakan bahasa yang komunikatif.
  4. Pilihan jawaban jangan mengulang kata atau frase yang bukan merupakan satu kesatuan pengertian.
 Catatan
  • Jumlah pilihan jawaban untuk soal SD dan SMP adalah empat pilihan
  • Jumlah pilihan jawaban untuk SMA dan sederajat yaitu lima pilihan
sumber : Batararayamedia.com

Minggu, 20 Oktober 2013

LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP KURIKULUM 2013

Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. 1. MENCANTUMKAN IDENTITAS Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas¬, Semester, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Kompetensi Inti – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) c. Indikator merupakan:  ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar  penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.  dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.  rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.  digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. 2. MERUMUSKAN TUJUAN PEMBELAJARAN Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2. menyebutkan bagian-bagian jantung. 3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. 3. MENETUKAN MATERI PEMBELAJARAN Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator. Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. 4. MENENTUKAN METODE PEMBELAJARAN Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. 5. MENETAPKAN KEGIATAN PEMBELAJARAN a. Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: 1. Kegiatan Pendahuluan - Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. - Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi yang akan diajarkan. - Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb. - Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar. - Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelak¬sana¬an pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). 2. Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. 3. Kegiatan penutup - Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat rangkuman/simpulan. - Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. - Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi¬/pengayaan. Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. 6. MEMILIH SUMBER BELAJAR Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. 7. MENENTUKAN PENILAIAN PENILAIAN Penilaian ini dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai. Selengkapnya di : http://www.m-edukasi.web.id/2013/07/langkah-penyusunan-rpp-kurikulum-2013.html Copyright www.m-edukasi.web.id Media Pendidikan Indonesia

Jumat, 18 Oktober 2013

Kegiatan Mid Smester 2013

Untuk refres setelah anak-anak melaksanakan UTS 1, siswa-siswa SDN 1 Jagong mengadakan berbagai macam lomba

Kamis, 17 Oktober 2013

Mengubah Mindset Guru

Walaupun sampai saat ini masih banyak sekolah-sekolah di daerah belum melaksanakan /mengimplentasikan kurikulum 2103, namun kami yakin dalam Kurikulum 2013 ini semuanya akan mengalami perubahan. Mulai dari sistem pengajaran, buku, kinerja guru, dan lain sebagainya. Namun, hal yang paling diutamakan dalam implementasi kurikulum 2013 adalah mindset guru harus diubah. Jika mindset belum diubah, percuma saja kurikulum 2013 diimplementasikan. Pasalnya, penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum sebelumnya yaitu 2006 (KTSP) sangatlah berbeda. Seorang pengamat pendidikan Soedijarto mengatakan bahwa dalam pembelajarannya, guru tidak lagi yang aktif tetapi muridnya lah yang aktif. "Kurikulum 2013 menjadi model baru, seorang guru yang bukan menyuapin ke muridnya seperti menulis di papan tulis dan muridnya menulis, tetapi sebaliknya justru murid lah yang aktif belajar dan tidak disuapin lagi oleh guru. Bagi dia, sebenarnya guru harus mempunyai inisiatif dalam permasalahan-permasalahan yang ada. Walaupun tidak diterapkan dalam kurikulum baru, guru juga harus bisa memecahkan masalah sendiri dan tidak menunggu arahan seperti dalam kurikulum 2013. "Mindset guru harus diubah, seorang guru yang profesional harus ada tuntutan, karena ketika ada masalah baru dan guru-guru jangan menunggu tapi mencari, seorang guru yang baik harus berusaha. Selain itu, guru juga harus membuka mindset dan mempunyai keinginan. Apabila dulu siswa diberi tugas lalu ditinggal, maka sekarang tidak boleh karena guru harus menilai bagaimana keterampilan siswa dalam membuat tugas-tugas. Bagaimana sikap siswa dalam diskusi, semua ini adalah proses pembelajaran secara utuh dilihat, diamati dan tidak bisa guru meninggalkan semaunya. Namun kita yakin apabila mindset guru telah berubah, maka pelaksanaan kurikulum 2013 ini akan berjalan dengan lancar. Kita masih ingat kata orang tua” guru iku jalmo limpat seprapat “ kalimat ini memiliki makna bahwa guru adalah sosok manusia yang memiliki strategi/wawasan luas dalam menyikapi permasalahan( KBM) sehingga mampu mengatasinya.

Sabtu, 12 Oktober 2013

Cara merawat lap top


Beberapa waktu lalu, laptop atau notebook masih menjadi barang mewah dengan harga yang sulit dijangkau banyak kalangan. Namun, saat ini komputer jinjing ini bukan lagi peranti yang masuk kategori barang mewah dengan semakin membanjirnya produk laptop baik produksi pabrikan resmi atau ‘laptop kanibal‘ dengan harga yang bervariasi. Apalagi bagi para guru/pendidik, lap top saat ini merupakan kebutuhan penting untuk menunjang pekerjaannya sehari-hari lebih-lebih bapak/ibu guru yang sudah bersertifikasi.Lagi pula Pemerintah menganjurkan guru untuk memiliki lap top.Ada daerah yang menghimbau adanya program SAGUSALA ( satu guru satu lap top). Banyak dari kita yang mungkin hanya bisa mengoperasikan laptop, tapi kurang paham bagaimana agar laptop bisa terawat dengan baik dan berumur panjang.
Berikut beberapa tips merawat laptop yang bisa anda lakukan agar laptop anda berumur panjang:
Membersihkan Kibor
Kibor laptop gampang sekali kotor, entah karena jari tangan yang berminyak, abu rokok, remah-remah roti, atau debu. Ambil kuas dan sapukan ke sela-sela tombol untuk mengeluarkan kotoran, atau gunakan vacuum cleaner portabel untuk menyedot debu yang ada. Bersihkan permukaan tombol kibor dengan kain yang dibasahi cairan pembersih kaca. Gunakan proteksi pelindung kibor untuk mencegah kotoran.
Rajin Mengelap Layar (screen)
Jangan sembarangan menggunakan cairan pembersih pada layar, pakailah pembersih kaca. Semprotkan pada kain halus atau katun, lalu poles layar monitor. Jangan menyemprotkan langsung pada layar, karena bisa menyebabkan permukaan LCD (Liquid Crystal Display) menjadi belang. Bersihkan secara searah, misalnya dari atas ke bawah atau dari kiri ke kanan, serta jangan menekannya terlalu keras.
Hindari Panas Matahari
Jangan meninggalkan notebook di dalam mobil yang diparkir di bawah sinar matahari. Panas yang berlebihan di dalam mobil bisa menyebabkan kerusakan komponen-komponen notebook.
Hindari Goresan
Amankan benda-benda tajam dari sekitar notebook. Taruh lapisan pelindung di atas kibor sebelum Anda menutup case, agar layar tak tergores. Apabila Anda hendak bepergian, masukkan notebook pada wadah/tas yang telah tersedia.


Case Cemerlang
Tangan yang kotor dan berminyak juga menjadi penyebab case tidak lagi mengkilap. Pakai deterjen non zat alkalin dicampur air untuk membersihkannya. Bisa pula dengan pembersih multiguna untuk peranti elektronik, yang biasanya berupa busa. Semprotkan pada kain lap lembut, lalu gosok secara perlahan permukaan case.
Menyimpan Notebook
Bila Anda akan menyimpan notebook dalam waktu lama, sebaiknya lepaskan baterai dan simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, serta bersirkulasi udara cukup baik. Taruh silikon gel untuk menghindari jamur. Begitu ingin menggunakannya kembali, setrum baterai dengan cara mengisi dan mengosongkan sepenuhnya sebanyak tiga kali berturut-turut.
Hindari Medan Magnet
Untuk melindungi data yang ada di dalam hard disk, jangan letakkan peranti yang mengandung medan magnet/elektromagnet kuat di sekitar notebook. Peranti-peranti penghasil medan magnet, misalnya, spiker yang tidak berpelindung (unshielded speaker system) atau telepon selular. Sekiranya Anda ingin mengakses Internet menggunakan fasilitas infrared pada ponsel, letakkan ponsel dalam jarak sekitar 15 cm dari notebook.[L2]
Mudah-mudah artikel ini bermanfaat bagi anda

Rabu, 09 Oktober 2013

SEBERAPA KESIAPAN GURU TERHADAP KURIKULUM 2013

Kualitas pendidikan di Indonesia nampaknya semakin hari semakin memprihatinkan. Betapa tidak, berdasarkan analis dan hasil survey dari badan pendidikan dunia UNESCO, terhadap kualitas pendidikan di negara-negara berkembang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas guru berada pada level 14 dari 14 negara berkembang alias buncit ( bahasa Jawa). Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam, negara yang baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedangkan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena kurangnya kemampuan guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Pendidikan yang baik adalah memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan. Selain kurang kreatif, para guru dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat wajah pendidikan kita semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Hal ini disebabkan antara lain, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan bagaiman kondisi masyarakat bawah. Sehingga, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan kerja yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat memprihatinkan. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dari sinilah mari kita “guru” renungkan, mengapa ini bisa terjadi. Kapan kita bangkit dari keterpurukann ini, apalagi pemerintah sebagai pemangku kepentingan ( pendidikan) telah mencanangkan Kurikulum baru yakni kurikulum 2013, sudahkah semua tenaga pendidik kita siap, dan mampu? Bagaimana jika jawabannya belum? Tampaknya pemerintah tidak mau ambil peduli tentang hal ini. Namun harapan ke depan Kurikulum 2013 mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Semoga

Rabu, 02 Oktober 2013

Inovasi tehnik pembelajaran

Dalam guru menyajikan pembelajaran baik dalam intra ataupun extra perlu berinovasi (dng permainan ) agar peserta didik tidak jenuh dan bosan, berikut ini adalah contoh dengan tehnik tepuk tangan :


Ø  Teknik bertepuk tangan ini sangat efektif untuk mengkonsentrasikan para siswa sebelum memulai KBM, mengkondisikan para siswa agar kembali segar (focus) di pertengahan KBM, maupun untuk memberi perasaan senang ketika mengakhiri KBM.

Ø  Teknik bertepuk tangan ini juga cukup mudah dan dapat langsung diterapkan tanpa memerlukan persiapan yang panjang.


                                                   1.    TEPUK DZIKIR

Aturan            :
·          Jika disebutkan “Subnallah”, dijawab tepuk 1x
·          Jika disebutkan “Alhamdulillah”, dijawab tepuk 2x
·          Jika disebutkan “Laa ilaaha illallaah”, dijawab   tepuk 3x
·          Jika disebutkan “Allaahu Akbar”, dijawab “Allaahu Akbar

Nb:
a.     Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.     Guru yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya

 
2. TEPUK WARNA

Aturan            :

·          Jika disebutkan “Merah”, dijawab tepuk 1x
·          Jika disebutkan “Hijau”, dijawab tepuk 2x
·          Jika disebutkan “Biru”, dijawab tepuk 3x
·          Jika disebutkan “Putih”, dijawab “Allaahu Akbar

Nb :
a.        Idem
b.       Idem
c.        Bisa menggunakan warna lain



3. TEPUK SNACK

Aturan
·          Jika disebutkan “Permen”, dijawab tepuk 1 x
·          Jika disebutkan “Onde-Onde”, dijawab tepuk 2 x
·          Jika disebutkan “Roti”, dijawab tepuk 3x
·          Jika disebutkan “Wafer”, dijawab “Hmm.. enak tenan

Nb :
a.        Idem
b.       Idem
c.        Bisa menggunakan warna lain



4. TEPUK ANGGOTA BADAN

Misal               : Yang digunakan adalah tangan

Aturan            :
·          Jika tangan kanan diangkat, dijawab tepuk 1x
·          Jika tangan kiri diangkat, dijawab tepuk 2x

·          Jika kedua tangan bersedekap, dijawab tepuk 3x

·          Jika kedua tangan diangkat ke atas, dijawab dengan tangan bersedekap

5. TEPUK JAWAB TEPUK

Aturan :
·          Jika tepuk 1x, dijawab tepuk 2 x
·          Jika tepuk 2x, dijawab tepuk 3 x
·          Jika tepuk 3x, dijawab tepuk 1x
·          Jika tepuk 4x, dijawab “Allaahu Akbar

Nb :
a.        Idem
b.       Idem
c.        Bisa menggunakan kata2 lain
 

6. TEPUK MATA PELAJARAN

Misal   :
Mata pelajaran yang digunakan antara lain Matematika (MAT), Bahasa Indonesia (BI), IPA dan Bahasa Inggris (BING)

Aturan            :
·          Jika disebutkan “MAT”, dijawab tepk 3x
·          Jika disebutkan “BI”, dijawab tepuk 2x

·          Jika disebutkan “IPA”, dijawab tepuk 3x

·          Jika disebutkan “BING”, dijawab tepuk 4x 



7. TEPUK BAHASA INGGRIS

Aturan            :
Jika disebutkan “YES”, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan “NO”, dijawab tepuk 2x
Jika disebutkan “OK”, dijawab tepuk 3x
Jika disebutkan “ARE YOU READY”, dijawab “GO” 3x

Nb:
a.     Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya


8. TEPUK ANGKA

Aturan
Jika disebutkan angka “1”, dijawab tepuk 2 x
Jika disebutkan angka “2”, dijawab tepuk 3 x
Jika disebutkan angka “3”, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan angka “4”, dijawab dengan tepuk tangan terus menerus.

Nb:
a.        Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya
  

9. TEPUK BILANGAN

Misal : Yang digunakan bilangan genap, ganjil, prima dan nol.
Aturan
Jika disebutkan angka “12”, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan angka “17”, dijawab tepuk 2x
Jika disebutkan angka “0”, dijawab tepuk 3x
Jika disebutkan angka “9”, dijawab tepuk 4x

Nb:
Angka 12 termasuk bilangan genap, angka 17 termasuk bilangan prima, angka 9 termasuk bilangan ganjil.


 

10. TEPUK HURUF HIJAYAH

Aturan
Jika disebutkan huruf “ALIF”, dijawab tepuk 3 x
Jika disebutkan huruf “BA”, dijawab tepuk 2 x
Jika disebutkan huruf “TA”, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan huruf “TSA”, dijawab “Alhamdulillah”.

Nb:
  Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya


11. TEPUK HURUF

Huruf ada 2 kelompok : Vokal dan Konsonan

Aturan
Jika disebutkan salah satu vokal, dijawab tepuk 3 x
Jika disebutkan salah satu konsonan, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan “HURUF”, dijawab “JADI KATA”.

Nb:
a.        Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya

 
12. TEPUK KATA

Kata ada bermacam-macam : Kata benda, kata kerja, kata keterangan , kata sifat, kata depan dsb.
Aturan
Jika disebutkan kata kerja, misalkan “MAKAN”, dijawab tepuk 2 x
Jika disebutkan kata benda, misalkan “BUKU”, dijawab tepuk 3 x
Jika disebutkan kata keterangan, misalkan “MALAM”, dijawab tepuk 1x
Jika disebutkan kata sifat, misalkan “JUJUR”, dijawab “PASTI”.

13. TEPUK JARI

Aturan
Jika disebutkan angka “1”, dijawab tepuk 1 jari
Jika disebutkan angka “2”, dijawab tepuk 2 jari
Jika disebutkan angka “3”, dijawab tepuk 3 jari
Jika disebutkan angka “4”, dijawab tepuk 4 jari
Jika disebutkan angka “5”, dijawab tepuk 5 jari

Nb:
a.        Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya


14.TEPUK SENYUM DAN TAWA

Aturan
Jika tepuk 1x, dijawab dengan bergumam “Hmm…”
Jika tepuk 2x, dijawab dengan tawa “Hi…Hi…Hi”
Jika tepuk 3x, dijawab dengan tawa “He…He…He…”
Jika tepuk 4x, dijawab dengan tawa “Ha…Ha…Ha…”

Nb:
a.        Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya

 


15. TEPUK PEGANG


Cara ini dilakukan guru dan para siswa bersama-sama
Aturan
Jika tepuk 1x, dijawab dengan pegang hidung
Jika tepuk 2x, dijawab dengan pegang telinga
Jika tepuk 3x, dijawab dengan pegang kepala
Jika tepuk 4x, dijawab dengan pegang pipi sambil berkata “Hii..dingin”.

Nb:
a.        Dalam praktek, aturan bisa dibolak-balik
b.      Guru boleh yang menyebut, siswa yang menjawab atau sebaliknya





16.TEPUK MATEMATIKA

Simbol Tepuk = *

Cara
MATEMATIKA * * MUDAH * *
MATEMATIKA * * * SANGAT MUDAH * * *
MATEMATIKA * * * * AKU BISA…!!

demikian mudah-mudahan bermanfaat..